Oktober 2012 | "Elastomer Bearing Pads"Elastomeric Bearing Pads"Bantalan Jembatan"Karet Bantalan Jembatan" Oktober 2012Elastomer Bearing Pads,Elastomeric Bearing Pads,Bantalan Jembatan,Karet Bantalan Jembatan,Produksi BCS Rubber Industry

Mengenal Sifat dan Manfaat Natural Rubber

           
             Dalam kehidupan sehari-hari, kita banyak menemui dan menggunakan peralatan yang terbuat dari karet. Berbagai macam produk rumah tangga maupun industri sebagian besar terbuat dari karet sebagai bahan bakunya. Contoh peralatan berbahan karet yang sering kita jumpai adalah karpet mobil, roda ban mobil/sepeda, sandal jepit, sepatu boot, dan lain-lain. Karet juga banyak digunakan sebagai pelindung karena sifatnya yang elastis dan isolator listrik. Karena sifat tersebut, karet digunakan sebagai pelindung dan peredam benturan pada konstruksi, baik pada konstruksi bangunan, jembatan, maupun pelabuhan. Keberadaan karet sangat penting dalam bidang konstruksi karena karet dapat memberikan perlindungan dan mencegah kerusakan pada struktur bangunan. 

         Banyak barang yang terbuat dari karet, namun ada bervariasi jenis karet yang digunakan sebagai bahan baku peralatan tersebut. Penggunaan jenis karet disesuaikan dengan tujuan penggunaan peralatan tersebut, disesuaikan dengan sifat kimia dan fisik dari bahan baku karet. Ada bermacam-macam jenis karet, beberapa di antaranya yaitu Natural Rubber, Neoprene Rubber, Nitrile Rubber, dan lain sebagainya. Dari berbagai macam jenis karet tersebut, salah satu jenis yang paling sering dijumpai adalah Natural Rubber. Dalam artikel ini akan ditinjau secara khusus mengenai Natural Rubber.

Natural Rubber (NR)

              Natural Rubber merupakan campuran dari senyawa organik polyisoprene dan sejumlah kecil komponen organik lain termasuk air. Polimer polyisoprene (C5H8)n merupakan komponen paling utama. Natural Rubber diklasifikasikan sebagai elastomer (polimer elastis). Natural Rubber dibuat dengan mengolah latex (getah) yang dihasilkan dari tanaman Hevea brasiliensis. Hevea brasiliensis merupakan tanaman asli dari lembah Amazon dan diketahui dapat menghasilkan polimer dengan berat molekul yang tinggi dengan kandungan cis 1,4 polyisoprene hingga 100%. Berat kering rata-rata dari latex normalnya adalah antara 30 dan 35%, dan secara khusus berkisar dari 25 sampai 40 %. Untuk mendapatkan latex, pohon Hevea brasiliensis tersebut disadap. Latex sendiri merupakan dispersi koloid dari partikel solid polymer polyisoprene dalam air. Kandungan polyisoprene dalam emulsi getah karet adalah ± 30%.

    Hevea brasiliensis [1]
Hevea brasiliensis [1]
  
Penyadapan latex
Penyadapan latex [2]
       Setelah latex diperoleh, kemudian diberi stabilizer untuk mencegah koagulasi dini. Teknik pengumpulan dan pengolahan latex akan mempengaruhi grade/kualitas dari Natural Rubber yang dihasilkan. Ada 8 tipe yang berbeda dari Natural Rubber yang kemudian diklasifikasikan menjadi 35 tipe sesuai dengan spesifikasi grade internasional. Grade tersebut menunjukkan kualitas warna, kebersihan, adanya gelembung, dan keseragaman penampakan.

         Untuk mendapatkan karet dari latex, memerlukan proses koagulasi atau penggumpalan dengan menambahkan zat asam seperti asam format (HCOOH). Proses koagulasi tersebut berlangsung selama 12 jam. Koagulum (zat yang terkoagulasi) akan terbentuk menjadi lembaran-lembaran padat yang lembut dan kemudian diperas untuk mengurangi kandungan air sehingga ketebalannya berkurang hingga 3 mm. Lembaran-lembaran tersebut kemudian dikeringkan dalam ruang pengasapan selama beberapa hari. Karet yang dihasilkan nantinya berbentuk lembaran yang disebut dengan istilah “ribbed smoked sheet” dengan kharakteristik warna coklat tua. Ada pula lembaran karet yang dikeringkan di udara panas yang diberi istilah “air dried sheet”  dengan kualitas atau grade yang lebih tinggi daripada “ribbed smoked sheet”. Grade karet yang lebih baik dari kedua jenis grade karet yang disebutkan sebelumnya adalah karet “pale crepe”, yang menggunakan dua tahap koagulasi, dan dilanjutkan dengan pengeringan menggunakan udara hangat dengan kharakteristik warna coklat muda.
Ribbed smoke sheet
Ribbed smoke sheet [3]

Sifat-sifat Umum

            Proses kristalisasi yang cepat pada saat karet ditarik membuat karet memiliki tensile strength, tear strength, dan sifat ketahanan abrasi yang sangat baik. Tensile strength dari karet vulkanat tanpa bahan pengisi berkisar dari 2500 hingga 3500 psi, di mana bahan pengisi dapat meningkatkan tensile stength hingga lebih dari 4500 psi (35 mPa). Gaya pegas atau kekenyalan dari Natural Rubber sangat baik. Pada strain atau tegangan yang tinggi, umur fatik dari Natural Rubber lebih tinggi dari pada Styrene (SBR). Pada strain yang rendah, berlaku kebalikannya. Karakteristik kekuatan Natural Rubber menurun seiring dengan meningkatnya temperatur.

            Namun demikian, Natural Rubber lebih memiliki ketahanan pada panas lebih baik daripada jenis elastomer lainnya. Natural Rubber memiliki sifat pengolahan yang sangat baik dan dapat diproses dengan menggunakan teknik yang bervariasi. Proses konvensional akan menghasilkan Natural Rubber dengan sifat awal yang baik seperti kekuatan karet, ketahanan gores, dan fatigue resistance. Ketahanan panas dan sifat relaksasi tegangan pada pengolahan Natural Rubber secara konvensional tidak begitu diinginkan. Untuk meningkatkan stabilitas suhu dan meningkatkan “low compression set”, dapat digunakan sistem vulkanisasi dengan sulfur dengan waktu dipercepat. Penambahan zat kimia seperti carbon black, kasium karbonat, dan clay akan meningkatkan sifat adesif pada Natural Rubber.

                Bahan pengisi dari proses pengolahan Natural Rubber yang paling utama adalah “carbon black”, yang merupakan bentuk koloid dari karbon dan diperoleh dari proses dekomposisi thermal hidrokarbon. Carbon black dapat meningkatkan tensile strength dan ketahanan abrasi dari produk jadi Natural Rubber. Carbon black juga memberikan perlindungan dari sinar ultraviolet. Kandungan carbon black inilah yang menyebabkan kebanyakan produk karet berwarna hitam.
Carbon Black
Carbon Black [4]

Aplikasi Natural Rubber :

Natural Rubber banyak diaplikasikan pada berbagai peralatan di bidang Industri dan teknik, antara lain sebagai berikut :
  • Bidang Industri : selang/pipa karet, conveyor belt, gasket, dan seal.
  • Teknik : pegas, bantalan, rubber ring, dan lain sebagainya.
Selain penggunaan karet untuk keperluan di atas, Natural Rubber juga digunakan sebagai bahan baku utama untuk produk karet yang diproduksi CV. BCS. Beberapa produk tersebut antara lain Rubber Fender, Elastomeric Bearing Pad, Rubber Bumper, Rubber Ring for PVC, Rubber Dam, Seismic Rubber Bearing, Rubber Sheet, dan lain sebagainya.

BCS' Natural Rubber Products
BCS’ Natural Rubber Products


Author : Desy M.S.

Sumber Pustaka :
1. Anonymous, 2012.  Natural Rubber. http://en.wikipedia.org/wiki/Natural_rubber
2. Groover, M. P.  2002. Fundamentals of Modern Manufacturing.  John Wiley & Sons, Inc. In Anonymous.  Rubber Processing Technology. http://wwwme.nchu.edu.tw/~CIM/courses/Manufacturing%20Processes/Ch14-Rubber-Wiley.pdf
3. The Loctite : The Design Guide For Bonding Rubber and Thermoplastic Elastomers Volume 2. 2005. http://www.henkelna.com/us/content_data/14105_LT2662_Loctite_Design_Guide_Bonding_Rubber_Thermoplastic_Elastomers.pdf Henkel Corporation Industry and Maintenance. USA.

Gambar :
[1] ; [2] ; [3] ; [4]

Aplikasi dan Perkembangan Rubber Fender

         Dengan berkembangnya sistem keuangan di seluruh dunia, bisnis yang berhubungan dengan dunia kelautan telah memasuki tren baru. Keamanan transportasi jalur laut selalu dalam keadaan kritis. Dalam beberapa tahun terakhir, pengiriman barang melalui jalur laut telah berkembang cukup pesat, ditambah dengan sistem keamanan yang dikonfirmasi cukup sukses. Untuk menjamin keamanan transportasi melalui jalur laut, pemasangan fender pada kapal merupakan satu hal yang sangat penting. Begitu juga yang dialami oleh sistem transportasi laut di Nusantara. Menurut Tornadez (2012), sebagian aktivitas usaha dan transportasi masyarakat Indonesia adalah di perairan. Banyaknya kapal yang beredar di perairan membuka peluang benturan antar kapal pada kondisi alur sungai yang tidak begitu luas dan lahan sandar dermaga yang sempit. Untuk menghindari kerusakan body kapal akibat benturan, maka setiap kapal dilengkapi dengan karet penahan benturan (fender).

Application of Rubber Fender at Harbour
Application of Rubber Fender at Harbour
           Praktek pengoperasian yang aman pada pengaplikasian rubber fender paling banyak ditentukan oleh faktor penggunaan fender, yang sering digunakan untuk memperkecil peluang terjadinya kecelakaan yang melibatkan kapal maupun dermaga. Dengan melakukan pengamanan menggunakan rubber fender, baik kapal maupun dermaga dapat terlindungi dan mencegah terjadinya kerusakan, dengan demikian dapat menjamin keselamatan kapal dan dermaga.


            Terdapat beberapa jenis fender yang dimanfaatkan saat ini, antara lain fender yang dioperasikan secara pneumatic, fender kayu, dan bumper plastik. Fender kayu yang dulunya dibuat oleh industri rumahan, tidak bisa secara maksimal memenuhi permintaan untuk meminimalisasi kecelakaan secara maksimal. Dengan sistem semacam ini, jelas tidak mampu memenuhi kebutuhan keamanan transportasi saat ini, namun juga tidak dapat memenuhi permintaan produksi. Fender plastik, atau lebih sering dikenal sebagai fender karet atau bisa juga D-fender memiliki frekuensi pemakaian yang lebih tinggi dengan desain yang logis, serta model yang setara dengan kualitas yang sangat baik. Fender yang terbuat dari karet memiliki keistimewaan untuk memenuhi kebutuhan terhadap kualifikasi yang presisi/akurat terhadap beberapa faktor, antara lain efisiensi, pembuatan kompon, dan spesifikasi.
Dock fenders
Dock fenders
             Dalam pembuatan kompon karet, digunakan bahan pelunak. Tornadez (2012), melakukan penelitian mengenai formula kompon karet penahan benturan kapal sungai untuk menghasilkan karet penahan benturan (rubber fender) berdaya pegas dan memiliki kelenturan yang baik. Pada penelitian tersebut, digunakan castor oil  (minyak jarak) sebagai pelunak dalam pembuatan kompon karet penahan benturan kapal sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah diperoleh formula kompon karet penahan  benturan kapal sungai menggunakan castor oil sebagai plasticizer (pelunak) agar karet penahan benturan berdaya pegas dan memiliki kelenturan yang baik.  Penelitian dilakukan di Palembang dan Bandung. Variasi pelunak yang digunakan adalah 5, 10, 15, dan 20 PHR castor oil untuk kompon 1-4. Pelunak mineral oil yaitu parafinic oil sebanyak 5 PHR pada kompon 5, dan pelunak castor oil 10 PHR dengan kombinasi Natural Rubber (NR) dan EPDM 50 PHR : 50 PHR untuk kompon 6. Kompon 5 sebagai pembanding bagi kompon 1-4. Setelah diperoleh formula yang terbaik, maka kompon terbaik dibandingkan dengan kompon 6 untuk dilihat apakah kompon yang menggunakan NR lebih baik daripada kompon yang menggunakan kombinasi NR dan EPDM. Hasil pengujian terhadap kompon karet menunjukkan bahwa formula kompon 2 (castor oil 10 PHR) lebih baik dibandingkan formula yang lainnya, dengan nilai Hardness 57-59 Shore A, Tensile Strength 161 kg/cm2, Elongation at Break 533 %, Modulus 58 %, Tear Strength 51 kg/cm2, dan Compression Set 27 %. Hasil perhitungan tekno ekonomi menunjukkan B/C ratio lebih dari 1 yaitu 1,150 dan NPV Rp. 594.059.406,-.

          Fender yang diproduksi menggunakan formula yang tepat, akan menghasilkan karet penahan benturan kapal yang berdaya pegas dan memiliki kelenturan yang baik. Dengan penggunaan fender dengan formula tepat, akan meminimalisasi kerusakan kapal maupun dermaga, meminimalisasi terjadinya kecelakaan, dan menjamin keselamatan kapal dan penumpang.

(Author : Desy M.S.) 

Sumber Pustaka :

Stanton, Mauricio. 2012. Development of Marine Fendering in addition to Utilization of D-fender. http://mauriciostan1126948.webs.com/apps/blog/. Diakses tanggal 4 Agustus 2012.

Tornadez, Aprillen. 2012. Karet Penahan Benturan Kapal Sungai. Pemanfaatan Castor Oil Dalam Pembuatan Karet Penahan Benturan Kapal Sungai. http://palembang.bpkimi.kemenperin.go.id/hasil-riset-dan-teknologi/324-karet-penahan-benturan-kapal-sungai.html. Diakses tanggal 4 Agustus 2012.

Gambar : 
http://www.quayquip.com  
http://www.img.nauticexpo.com

RUBBER SHEET BY BCS RUBBER FENDER

Rubber Sheet pada umumnya digunakan untuk alas/tatakan pada pekerjaan construction seperti jembatan, gedung atau mesin  yang berfungsi sebagai anti slip dan peredam getaran sehingga dapat mencegah terjadinya pergeseran GIRDER dan kerusakan structure pada jembatan atau gedung atau bergesernya mesin.
BCS Rubber Industry : memproduksi Rubber Sheet dengan material : Natural Rubber,  Poly Chloroprene (Neoprene), NBR dan EPDM dengan ukuran Tebal : 5 mm s/d 30 mm dengan lebar 30 cm – 80 cm dengan panjang yg disesuaikan kebutuhan.

RUBBER SHEET BY BCS RUBBER FENDER,Rubber Fender,BCS Rubber Fender
CR Rubber Sheet
Informasi dan Pemesanan Hubungi : 085230151812 / 0341-725411
RUBBER SHEET BY BCS RUBBER FENDER,Rubber Fender,BCS Rubber Fender




Rubber Sheet

Popular Posts