September 2012 | "Elastomer Bearing Pads"Elastomeric Bearing Pads"Bantalan Jembatan"Karet Bantalan Jembatan" September 2012Elastomer Bearing Pads,Elastomeric Bearing Pads,Bantalan Jembatan,Karet Bantalan Jembatan,Produksi BCS Rubber Industry

ELASTOMERIC BEARING PADS | ELASTOMER BEARING PADS | ELASTOMER JEMBATAN | BANTALAN JEMBATAN | KARET JEMBATAN | BCS RUBBER INDUSTRY

Elastomeric Bearing Pad atau bantalan penahan jembatan elastomer, merupakan salah satu jenis dari bantalan penahan jembatan. Bantalan penahan jembatan diperlukan untuk menyalurkan reaksi girder (balok penopang jembatan) tanpa memberi tekanan berlebihan sehingga akan mendukung fungsi jembatan sebagaimana mestinya.

BCS Rubber memproduksi 2 tipe  Elastomeric Bearing Pad yaitu Plain Bearing Pad (hanya terdiri dari elastomer) dan Laminated (Steel Reinforced) Bearing Pad (terdiri dari lempengan baja untuk membantu menahan daya dan dilekatkan bersama dengan elastomer). 

Saat ini ukuran elastomeric bearing pad yang banyak digunakan yaitu :
1. Plain Elastomeric Bearing Pad Type 1 : (350 X 300 X 36) mm (Standard PU) (Non Steel Plate)
2. Plain Elastomeric Bearing Pad Type 2 : (400 X 350 X 39) mm (Standard PU) (Non Steel Plate)
3. Plain Elastomeric Bearing Pad Type 3 : (450 X 400 X 45) mm (Standard PU) (Non Steel Plate)


ELASTOMERIC BEARING PADS | ELASTOMER BEARING PADS | ELASTOMER JEMBATAN | BANTALAN JEMBATAN | KARET JEMBATAN | BCS RUBBER INDUSTRY
PLAIN ELASTOMERIC BEARING PAD
ELASTOMERIC BEARING PADS | ELASTOMER BEARING PADS | ELASTOMER JEMBATAN | BANTALAN JEMBATAN | KARET JEMBATAN | BCS RUBBER INDUSTRY
LAMINATED STEEL ELASTOMERIC BEARING PAD

BCS Rubber memenuhi permintaan kebutuhan Elastomeric Bearing Pad, baik untuk ukuran di atas maupun ukuran tertentu yang diinginkan oleh customer. Di samping elastomeric bearing pad Plain (tanpa plate) dan Laminated Elastomeric Bearing Pad (dengan lempengan plate di dalamnya), kami juga memproduksi  Elastomeric Bearing Pad HDRB dan Seismic Rubber untuk jembatan. Selain itu, tipe material yang digunakan untuk Elastomeric Bearing Pad juga bervariasi, yaitu karet alam (Natural Rubber) maupun karet sintetik seperti neoprene dan EPDM.

ELASTOMERIC BEARING PADS | ELASTOMER BEARING PADS | ELASTOMER JEMBATAN | BANTALAN JEMBATAN | KARET JEMBATAN | BCS RUBBER INDUSTRY
ELASTOMERIC BEARING PAD HDRB

Informasi dan Pemesanan hubungi : 085230151812 / (0341) 725411

Rubber Dock | Rubber Bumper | by BCS Rubber Industry


RUBBER DOCK/RUBBER BUMPER : Berfungsi menyerap energy kinetik akibat benturan antara Kapal atau Truck sehingga mencegah terjadinya kerusakan pada lambung kapal pada saat bersandar atau bagian dari body truck pada saat parking. Demikian juga untuk mencegah terjadinya kerusakan pada struktur dermaga atau parking lot.

Rubber Dock

Rubber Bumper
Rubber Bumper

For Information and Order Call 085230151812 / (0341) 725411

* KARET TAHAN GEMPA "SEISMIC RUBBER BEARING" - BCS RUBBER PRODUCTION *

“SEISMIC RUBBER BEARING" atau biasa disebut dengan “KARET TAHAN GEMPA”  berfungsi untuk meredam getaran atau goyangan karena gempa. “SEISMIC RUBBER BEARING"  atau “KARET TAHAN GEMPA”  mampu menahan goyangan karena gempa secara horizontal atau vertical sehingga dapat mencegah bergesernya bangunan diatasnya, dengan demikian dapat mencegah robohnya jembatan atau bangunan. “SEISMIC RUBBER BEARING" atau “KARET TAHAN GEMPA” mempunyai dua bentuk, yaitu :
  1. “SEISMIC RUBBER BEARING" Square Type (kotak/persegi) dengan lapisan steel plate di dalamnya (steel plate layer).
  2. “SEISMIC RUBBER BEARING" Round Type (bulat) dengan lapisan steel plate di dalamnya (steel plate layer).
“SEISMIC RUBBER BEARING" mempunyai  design sebagai berikut :

SEISMIC RUBBER SQUARE type
DESIGN SEISMIC RUBBER SQUARE type
INFORMATION :
CALL : 085230151812
SEISMIC RUBBER ROUND type

ELASTOMERIC BEARING PAD DAN ABUTMENT

Konstruksi Bagian Bawah Jembatan meliputi :
1. Pangkal Jembatan (abutment + Pondasi)
2. Pilar Jembatan (Pier + Pondasi)
Fungsi Bagian Bawah jembatan adalah untuk menerima beban dari bagian bengunan atas dan kemudian menyalurkan ke pondasi, beban tersebut selanjutnya disalurkan ke tanah oleh pondasi.
Beban bagian atas : Beban Mati / Dead Load  (beban Jembatan sendiri) + Beban Hidup/living Charges (kendaraan + angin dll).
Abutment adalah bangunan bawah jembatan yang terletak pada kedua ujung pilar – pilar jembatan, berfungsi sebagai pemikul seluruh beban hidup (angin, kendaraan, dll) dan mati (beban gelagar, dll) pada jembatan.
gambar diambil dari : Ilmutekniksipil.com

http://dnowlan.ca/VM/science7/structures/structurest4.htm
        Elastomeric Bearing Pads / Bantalan adalah karet jembatan yang merupakan salah satu komponen utama dalam pembuatan jembatan, yang berfungsi sebagai alat peredam benturan antara jembatan dengan pondasi utama.
         Sifat elastomer ‘utama’ ini tidak mutlak berperilaku sebagai ‘sendi’ atau ‘roll’ murni, tapi dalam aktual fisik di lapangan, jembatan yang menggunakan tipe tumpuan seperti ini berperilaku layaknya bertumpuan sendi-roll murni dalam pemodelan (komputer). Memang ada banyak ‘tambahan’ komponen selain tumpuan utama untuk mencapai keadaan tersebut dan perilakunya menyerupai mekanika sendi-roll.
Setting lengkap tumpuan elastomeric untuk jembatan antara lain sebagai berikut :
  • Elastomeric bearing utama (menahan displacement vertikal; sedikit displacement horisontal; dan kemampuan rotasi-sesuai desain) 
  • Lateral stopper (menahan displacement horizontal berlebih & mengunci posisi lateral jembatan) 
  • Seismic buffer (menahan displacement horizontal berlebih arah memanjang jembatan) 
  • Anchor bolt (menahan uplift yang mungkin terjadi pada salah satu tumpuan pada saat gempa)
       Bahan elastomeric bearing sendiri terbuat dari karet yang biasanya sudah dicampur dengan neoprene (aditif yang memperbaiki sifat karet alam murni) dan di dalamnya diselipkan berlapis-lapis pelat baja dengan ketebalan dan jarak tertentu untuk memperkuat sifat tegarnya. Biasanya tumpuan karet tersebut dipasang setelah pengecoran slab beton untuk lantai selesai (setelah beton kering), guna menghindari translasi dan rotasi awal yang timbul akibat deformasi struktur jembatan oleh beban mati tambahan.
ELASTOMERIC BEARING PADS
ELASTOMERIC BEARING PADS 400X300X60mm
PELETAKAN ELASTOMERIC BEARING PAD










Jenis-jenis Kapal di Nusantara

          Indonesia merupakan Negara Maritim yang memiliki lautan dengan luas yang hampir mencapai 82 persen dari total wilayah di Indonesia. Luasnya cakupan wilayah lautan yang dimiliki oleh Indonesia menjadikan Indonesia  memiliki aktivitas kelautan yang cukup tinggi, baik aktivitas usaha perdagangan maupun transportasi masyarakat Indonesia. Penggunaan kapal sebagai alat transportasi perairan memiliki peranan besar dalam mendukung aktivitas perdagangan dan transportasi, bahkan dalam sistem pertahanan keamanan Indonesia. Perbedaan tujuan dan kepentingan aktivitas perairan laut menentukan jenis kapal yang akan digunakan. Terdapat bermacam-macam jenis kapal disesuaikan dengan aktivitas perairan dan faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi penggunaan jenis kapal. Jenis-jenis kapal dapat dibagi berdasarkan fungsi kapal, bahan pembuat kapal, alat penggerak, mesin penggerak utama kapal, jenis kapal-kapal khusus, dan jenis pelayarannya.

(A) Jenis-jenis kapal berdasarkan fungsinya antara lain [3]  :

1. Kapal Barang (Cargo Ship)
        Kapal Barang adalah kapal untuk mengangkut bermacam–macam barang/muatan, dinamakan General Cargo atau muatan kering dinamakan Dry Cargo Vessel. Umumnya kapal barang terutama General Cargo dapat membawa penumpang sampai 12 orang dan tetap dinamakan kapal barang. Bila kapal mengangkut penumpang lebih dari 12 orang, maka kapal tersebut harus menggunakan persyaratan keselamatan sebagai kapal penumpang. Umumnya memiliki kecepatan berkisar antara 8 s/d 12 knot.

2. Kapal Barang Penumpang
          Kapal Barang Penumpang adalah kapal yang terutama digunakan untuk mengangkut barang disamping penumpang.

3. Kapal Penumpang Barang
        Kapal Penumpang Barang adalah kapal yang terutama digunakan untuk mengangkut penumpang dalam jumlah cukup besar beserta barang barang yang dibawanya. Contoh kapal peumpang adalah Kapal Ferry barang walaupun pada hakikatnya kapal Ferry memiliki ciri dan keutamaan yang berbeda.

4. Kapal Penumpang (Passanger Ship/PAX)
          Kapal Penumpang adalah kapal yang khusus untuk mengangkut penumpang. Kapal penumpang yang kecil kebanyakan digunakan untuk pesiar antar pulau yang tidak begitu jauh menyusuri pantai / sungai sedangkan kapal penumpang yang besar biasanya dipakai untuk pelayaran antar pulau yang jauh dan antar benua untuk tourist dll.


5. Kapal Pengangkut Kayu (Timber / Log Carrier)
            Kapal Pengangkut Kayu adalah kapal yang fungsinya mengangkut kayu baik berupa blok maupun papan kayu gelondongan. Umumnya sebagian muatan kayu yang diangkut diletakkan di atas geladak dengan jumlah ± 1/3 dari seluruh muatan yang diangkut. Oleh karena itu konstruksi geladak harus cukup kuat untuk menahan muatan yang ada dikeladak dan dilengkapai alat pengikatan.
Kapal Pengangkut Kayu
Kapal Pengangkut Kayu [1]

 6. Kapal Pengangkut Muatan Cair (Tanker)
Kapal Tanker
Kapal Tanker [1]
            Kapal Pengangkut Muatan Cair memiliki sifat khusus yang harus diperhatikan saat mengkonstruksinya, muatan zat cair yang selalu mengambil posisi sejajar dengan garis air pada waktu kapal oleng. Oleh karena itu kapal tanker umumnya dilengkapi dengan sekat melintang dan sekat memanjang. Dilengkapi dengan instalasi pompa untuk bongkar muat dari dan ke kapal. Letak kamar mesin pada kapal tanker selau di belakang dimaksudkan untuk menghindari bahaya kebakaran, selain itu untuk menghemat ruangan, karena apabila mesin berada di tengah poros kemudi semakin panjang dan memerlukan ruangan poros.

7. Kapal Pengangkut Peti Kemas (Container Ship)
            Kapal Pengangkut Peti kemas adalah kapal yang mengangkut barang–barang yang sudah dimasukkan pada peti kemas. Selain didalam kapal, peti kemas juga diangkut di atas geladak dengan dilengkapai alat pengikat. Jarak pandang dari ujung depan kapal harus ≤ dari panjang LWL. Kapal pengangkut peti kemas memiliki pelabuhan khusus yang dilengkapi dengan alat bongkar muat/unloading.

8. Kapal Pengangkut Muatan Curah (Bulk Carrier)
            Kapal Muatan Curah adalah kapal yang mengangkut muatan tanpa pembungkusan tertentu, berupa biji–bijian atau serbuk dicurahkan langsung kedalam palka kapal. Umumnya dibuat singgle deck dan sistim bongkar muatnya dilakukan dengan cara isap (grab), mengeruk (dredger) atau mengangkut (conveyor).

9. Kapal Pengangkut Bahan Tambang (Ore Carrier)
            Kapal Muatan Biji Tambang adalah yang mengangkut muatan tanpa pembungkusan tertentu, berupa bahan tambang bijian dicurahkan langsung kedalam palka kapal. Umumnya dibuat singgle deck dan sistim bongkar muatnya dilakukan dengan cara mengeruk (dredger) atau mengangkut (conveyor).

10. Kapal Pengangkut Biji–Bijian (Grain Carrier)
            Kapal Pengangkut Biji–Bijian adalah kapal yang mengangkut muatan tanpa pembungkusan tertentu, berupa biji tumbuh–tumbuhan dicurahkan langsung kedalam palka kapal. Umumnya dibuat singgle deck dan sistim bongkar muatnya dilakukan dengan cara isap (grab).

11. Kapal Pengangkut Muatan Dingin (Refrigarated Vessels

12. Kapal Pengangkut Pesawat (Aircraft Carrier) – Navy

13. Kapal Pengangkut Tank (Landing Ship Tank / LST) – Navy

14. Kapal Pengangkut Ternak
          Kapal Pengangkut Ternak memiliki fasilitas yang diperlukan ternak seperti tempat makan dan tempat kotoran yang dengan mudah dapat dibersihkan.

(B) Bahan yang digunakan untuk membuat kapal juga berbeda-beda disesuaikan dengan maksud/tujuan kapal dibuat dan barang yang akan diangkut, serta mempertimbangkan harga bahan yang paling berkualitas dan paling ekonomis.  Jenis Kapal Menurut Bahannya, antara lain [4] :
  • Kapal Kayu  :Kapal yang dibuat dari bahan kayu.
Kapal Kayu
Kapal Kayu [1]
  • Kapal Fiber Glass : Kapal yang dibuat dari bahan Fiber Glass.
Kapal Fiber Glass
Kapal Fiber Glass [1]

  • Kapal Ferro Cement : kapal yang dibuat dari bahan semen yang diperkuat dengan baja sebagai tulang-tulangnya.
Kapal Ferro Cemen
Kapal Ferro Cement [1]

  • Kapal Baja : kapal yang seluruh konstruksi badan kapal dibuat dari baja.
Kapal Baja
Kapal Baja [1]

(C) Jenis Kapal Berdasarkan Alat Penggeraknya, antara lain [4]  :

  • Kapal Layar : Pada kapal jenis ini, kecepatan kapal tergantung pada adanya angin. Banyak dijumpai pada kapal-kapal latih dan pada kapal barang tetapi hanya terbatas pada kapal- kapal kecil saja.
Kapal Layar
Kapal Layar [1]

  • Kapal PadleWheel : Kapal jenis ini menggunakan sistem padle wheel, pada prinsipnya adalah gaya tahanan air yang menyebabkan/menimbulkan gaya dorong kapal (seperti dayung).
Kapal Padle Wheel
Kapal Padle Wheel [1]
  • Kapal Jet Propultion : Sistem ini pada prinsipnya adalah air dihisap melalui saluran di muka lalu didorong ke belakang dengan pompa hingga menimbulkan impuls (jet air ke belakang).
  • Kapal Propeller : Kapal bergerak karena berputarnya baling yang dipasang di belakang badan kapal sehingga menimbulkan daya dorong.
Kapal Propeller
Kapal Propeller [1]

(D) Mesin penggerak utama yang digunakan pada kapal juga berbeda-beda, disesuaikan dengan fungsi kapal dan pertimbangan ekonomisnya. Jenis Kapal Berdasarkan Mesin Penggerak Utamanya, antara lain [4] :
  • Kapal Mesin Uap Torak : Kapal jenis ini biasanya memakai mesin penggerak utama yaitu, triple expansion engine (bersilinder tiga) atau double Compound Engine.
  • Kapal Turbin Uap : Tenaga yang dihasilkan oleh mesin semacam ini sangat rata dan seragam dan pemakaian uap sangat efisien baik pada tekanan tinggi ataupun rendah.
Kapal Turbin Uap
Kapal Turbin Uap [1]
  • Kapal Turbin Elektrik Drive : Disini reversing turbine yang tersendiri dapat dihapuskan dengan memakai sistim ini sangat mudah operasi mesin-mesinnya.
Kapal Turbin Elektrik
Kapal Turbin Elektrik [1]
  • Kapal Mesin Pembakaran Internal : Mesin ini menghasilkan tenaga yang sama dengan mesin uap, namun dengan ukuran mesin yang lebih kecil. Dengan adanya kemajuan dalam pemakaian turbo charger untuk supercharging maka beratnyapun dapat diperkecil dan penghasilan tenaga dapat dilipat gandakan.
Kapal Mesin Pembakaran Internal
Kapal Mesin Pembakaran Internal [1]
  • Kapal Gas Turbin : Prinsipnya adalah suatu penggerak yang mempergunakan udara yang dimampatkan (dikompresikan) dan dinyalakan dengan menggunakan bahan bakar yang disemprotkan dan kemudian setelah terjadi peledakan udara yang terbakar akan berkembang.
Kapal Gas Turbin
Kapal Gas Turbin [1]
  • Kapal Mesin Nuklir : Bentuk Propulsi ini hanya dipakai pada kapal-kapal besar non komersil seperti kapal induk, kapal perang sehingga kapal yang memakainya masih terbatas.
(E) Jenis Kapal-Kapal Khusus (Mempunyai Tugas Khusus) [4] :
  • Kapal Keruk : Kapal yang berfungsi untuk memperdalam kolam pelabuhan, alur pelayaran, sungai dan lain-lainnya dan juga menyediakan tanah untuk reklamasi rawa-rawa (untuk perluasan daerah menjadi daratan).
  • Kapal Tunda (Tug Boat) : Kapal yang berfungsi untuk menarik atau mendorong kapal-kapal lainnya.
  • Kapal Penangkap Ikan : Merupakan kapal untuk keperluan penangkapan ikan, dimana operasi penangkapannya agak jauh dari pangkalannya, yang berhari-hari memerlukan waktu dalam operasinya. Biasanya dilengkapi dengan kotak ikan yang didinginkan, sehingga ikan-ikan hasil tangkapan tidak cepat menjadi busuk. Bahkan untuk kapal-kapal ikan yang modern dilengkapi dengan pabrik ikan dalam kaleng.
  • Kapal Pemadam Kebakaran : Kapal yang berfungsi membantu memadamkan kebakaran pada kapal lain atau kebakaran pada dermaga pelabuhan. Operasinya biasanya dilakukan sekitar pelabuhan.
  • Kapal Peneliti : Kapal yang berfungsi untuk mengadakan penelitian di lautan, kapal tersebut dilengkapi dengan peralatan-peralatan penelitian.
Kapal Peneliti
Kapal Peneliti [1]
  • Kapal Rumah Sakit : Kapal yang dilengkapi dengan peralatan Rumah Sakit.
Kapal Rumah Sakit
Kapal Rumah Sakit [1]
  • Kapal Perang : Arena fungsinya untuk berperang atau menjaga keamanan maka perencanaan dan konstruksinya lebih ditekankan pada segi kekuatan, sehingga faktor ekonomis kurang mendapat perhatian.
Kapal Perang
Kapal Perang [1]
  (F) Berdasarkan jenis pelayarannya, jenis kapal dibagi menjadi kapal permukaan, kapal selam, kapal mengambang, dan kapal bantalan udara [2].
 1.      Kapal Permukaan
Kapal permukaan adalah kapal yang berlayar di permukaan air. Kapal yang umum dijumpai baik kapal perang, kapal penumpang, maupun kapal induk adalah tipe kapal permukaan [1].
 2.      Kapal Selam
Kapal selam adalah kapal yang bergerak di bawah permukaan air umumnya digunakan untuk tujuan dan kepentingan militer. Selain digunakan untuk kepentingan militer, kapal selam juga digunakan untuk ilmu pengetahuan laut dan air tawar dan untuk bertugas di kedalaman yang tidak sesuai untuk penyelam manusia [1].
 3.    Kapal Mengambang
Kapal mengambang adalah kapal yang berlayar mengapung mengambang di atas air dan bantalan udara. Model kapal ini adalah Eakroplane (Rusia/Uni Soviet) dan hovercraft  [1].
 4.     Kapal Bantalan Udara
Kapal bantalan udara atau hovercraft adalah suatu kendaraan yang berjalan di atas bantalan udara (air cushion). Bantalan udara tersebut ditimbulkan dengan cara meniupkan udara ke ruang bawah kapal ini (plenum chamber) melalui skirt (sekat yang lentur) sehingga tekanan udara di dalam plenum chamber lebih tinggi daripada tekanan udara luar sehingga timbul gaya angkat [1].

*) Di samping beberapa tipe kapal di atas, terdapat jenis kapal tongkang atau pontoon, yaitu suatu jenis kapal yang dengan lambung datar atau suatu kotak besar yang mengapung, digunakan untuk mengangkut barang dan ditarik dengan kapal tunda atau digunakan untuk mengakomodasi pasang-surut seperti pada dermaga apung.

Pontoon
Pontoon [3]


 









Author : Desy Marshelina S.

Sumber Pustaka :
[1] Anonymous, 2012. Jenis Kapal. http://id.wikipedia.org/wiki/Kategori:Jenis_kapal. Diakses tanggal 5 September 2012.
[2]  Fajar.  2011. Jenis-Jenis Kapal Laut. http://pelayarannautika.blogspot.com/2011/05/jenis-jenis-kapal-laut.html. Diakses tanggal 5 September 2012.
[3] Maritime World. 2011. Jenis Kapal dibedakan dari Fungsinya. http://www.maritimeworld.web.id/2011/04/jenis-kapal-di-bedakan-dari-fungsinya.html. Tanggal akses 5 September 2012.
[4]  Mukhlas, Dedi (Author) 2011. Mengenali Jenis-Jenis Kapal. http://dedioke.files.wordpress.com/2011/09/mengenali-jenis-jenis-kapal.pdf. Diakses tanggal 5 September 2012.
Gambar :
[1] ; [2]
[3]

RUBBER FENDER TYPE D, RUBBER FENDER ARCH / V, RUBBER FENDER M, FENDER CYLINDER, FENDER CELL, FENDER W, FENDER SQUARE BY BCS RUBBER INDUSTRY BCS

        BCS Rubber Industry merupakan produsen RUBBER FENDER yang berlokasi di Kota Malang. Merupakan perusahaan manufacture yang khusus memperoduksi rubber construction seperti RUBBER FENDER, Elastomeric Bearing Pads, Seismic Rubber Pads, Rubber Mountings, dsb.
Fungsi RUBBER FENDER : untuk mencegah kerusakan Dermaga atau Kapal pada saat berlabuh atau merapat pada dermaga. Terjadinya gesekan atau tekanan oleh kapal pada saat berlabuh di dermaga dapat memberikan dampak kerusakan yang hebat pada struktur dermaga atau kapal jika tidak dilakukan dengan benar. Installment RUBBER FENDER pada dermaga mampu menyerap Energi (energy absorption) dan memberikan gaya perlawanan (reaction force) akibat benturan kapal pada saat berlabuh.
            Pemilihan Type dan dimensi RUBBER FENDER merupakan hal yang sangat esensial, BCS Rubber Industry memperoduksi berbagai type dan ukuran RUBBER FENDER mulai dari RUBBER FENDER V type, RUBBER FENDER D type, RUBBER FENDER square type, RUBBER FENDER W type, RUBBER FENDER A type, RUBBER FENDER M type, RUBBER FENDER Cell type, RUBBER FENDER Hollow type dan Tug Boat RUBBER FENDER dan RUBBER FENDER sesuai dengan permintaan/pesanan customer.
       RUBBER FENDER kami diproduksi dengan mengunakan HOT PRESS HYDRAULIC MACHINE (bukan manual) sehingga bisa dijamin pressure qualitynya. Material RUBBER FENDER kami bisa dipesan sesuai dengan keinginan Customer, bisa memakai material Karet Alam (Natural Rubber) dan Synthetic Rubber (EPDM, NBR, atau Neoprene).
Rubber Fender V BCS
Rubber Fender D BCS
Cylindrical Rubber Fender BCS
Rubber Fender Cell BCS
Rubber Fender Square BCS
Rubber Fender W BCS












For Order Call :
Bhineka Citra Sejahtera
Jalan Terusan Danau Kerinci I E No.5 Sawojajar-Malang, Jawa Timur, Indonesia
Phone and Fax : 0341 725411
Mobile 085230151812
E-mail : elastomer.jembatan@yahoo.com
bhinekacitra@gmail.com
Follow Twitter @rubberfenderBCS

Jenis dan Fungsi Dermaga

    Dermaga adalah suatu bangunan pelabuhan yang digunakan untuk merapat dan menambatkan kapal yang melakukan bongkar muat barang dan menaik-turunkan penumpang. Di dermaga juga dilakukan kegiatan untuk mengisi bahan bakar untuk kapal, air minum, air bersih, saluran untuk air kotor/limbah yang akan diproses lebih lanjut di pelabuhan. Dimensi dermaga didasarkan pada jenis dan ukuran kapal yang merapat dan bertambat pada dermaga tersebut. Menurut Triatmodjo (1996) dermaga dapat dibedakan menjadi dua tipe yaitu wharf atau quay dan jetty atau pier atau jembatan. Wharf adalah dermaga yang paralel dengan pantai dan biasanya berimpit dengan garis pantai. Jetty adalah dermaga yang menjorok ke laut. Sebelum merancang dan membangun dermaga, perlu diketahui untuk keperluan apa dermaga tersebut didirikan.
Quai
Quay/wharf
Pier
Pier/jetty/jembatan


          









            
        Pemilihan tipe dermaga sangat dipengaruhi oleh kebutuhan yang akan dilayani, ukuran kapal, arah gelombang dan angin, kondisi topografi dan tanah dasar laut, dan tinjauan ekonomi untuk mendapatkan bangunan yang paling ekonomis. Pemilihan tipe dermaga disesuaikan dengan faktor-faktor yang mempengaruhi tipe struktur dermaga adalah sebagai berikut (Triatmodjo, 1996 : 157-159 dalam HSB, 2009) :

1. Tinjauan topografi daerah pantai
          Pada perairan yang dangkal hingga dalam yang berada cukup jauh dari darat, penggunaan jetty akan lebih ekonomis karena tidak diperlukan pengurukan yang besar. Sedangkan di lokasi dimana kemiringan dasar cukup curam, pembuatan pier dengan melakukan pemancangan tiang perairan yang dalam menjadi tidak praktis dan sangat mahal. Dalam hal ini pembuatan wharf lebih tepat.
2. Jenis kapal yang dilayani
          Dermaga yang melayani kapal minyak (tanker) dan kapal barang curah mempunyai konstruksi yang ringan dibanding dengan dermaga potongan (general chargo), karena dermaga tersebut tidak memerlukan perlatan bongkar muat barang yang besar (kran), jalan kereta api, gudang-gudang, dsb. Untuk melayani kapal tersebut, penggunaan pier akan lebih ekonomis. Dermaga yang melayani barang potongan dan peti kemas menemrima beban yang besar di atasnya, seperti kran barang yang dibongkar muat peralatan transportasi (kereta api dan truk). Untuk keperluan tersebut dermaga tipe wharf akan lebih cocok.
3. Daya dukung tanah.
          Kondisi tanah sangat menentukan dalam pemilihan tipe dermaga. Pada umumnya tanah di dekat daratan mempunyai daya yang lebih besar daripada tanah di dasar lautr. Dasar laut umumnya terdiri dari endapan yang belum padat. Ditinjau dari daya dukung tanah, pembuatan wharf atau dinding penahan tanah lebih menguntungkan. Tetapi apabila tanah dasar berupa karang pembuatan wharf akan mahal karena untuk memperoleh kedalaman yang cukup di depan wharf diperlukan pengerukan. Dalam hal ini pembuatan pier akan lebih murah karena tidak diperlukan pengerukan dasar karang.

Menurut Suraji (2011), ada beberapa tipe struktur dermaga, antara lain :
Dermaga tipe gravitasi
• Dermaga tipe tiang turap
• Dermaga tipe tiang turap dengan pelantar peringan
• Dermaga tipe bendungan elak berongga tiang turap baja
• Dermaga tipe bendungan elak ronggo pelat baja
• Dermaga tipe pir terbuka dengan taing pancang vertikal
• Dermaga tipe pir terbuka dengan pasangan tiang pancang miring
• Dermaga tipe pir pir terpisah
• Dermaga tipe pir terapung
• Dermaga tipe tambatan kapal di laut lepas (dolpin)

Sedangkan menurut Wikipedia (2012), ada beberapa jenis dermaga yang biasanya digunakan yaitu :

1. Dermaga ‘quay wall’
          Dermaga quay wall ini terdiri dari struktur yang sejajar pantai, berupa tembok yang berdiri di atas pantai, dan dapat dibangun dengan beberapa pendekatan konstruksi diantaranya sheet pile baja/beton, caisson beton atau open filled structure. Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam pembangunan quay wall, yaitu :
• Dermaga quay wall adalah dermaga yang dibuat sejajar pantai dan relatif berhimpit dengan pantai (kemiringan pantai curam).
• Konstruksi dermaga biasanya dibangun langsung berhimpit dengan areal darat.
• Kedalaman perairan cukup memadai dan memungkinkan bagi kapal merapat dekat sisi darat (pantai). Kedalaman perairan tergantung kepada ukuran kapal yang akan berlabuh pada dermaga tersebut.
• Kondisi tanah cukup keras
• Pasang surut tidak mempengaruhi pada pemilihan tipe struktur tetapi berpengaruh pada detail dimensi struktur yang dibutuhkan.

2. Dermaga ‘dolphin’ (trestel)
          Dermaga dolphin merupakan tempat sandar kapal berupa dolphin diatas tiang pancang. Biasanya dilokasi dgn pantai yang landai, diperlukan jembatan trestel sampai dengan kedalaman yang dibutuhkan. Beberapa pertimbangan yang digunakan dalam pembangunan dermaga dolphin:
• Dermaga dolphin adalah sarana tambat kapal yang fasilitas bongkar muatnya ada di haluan atau buritan.
• Jarak kedalaman perairan yang disyaratkan dari pantai relatif cukup panjang.
• Terdapat konstruksi tambahan berupa jembatan dermaga (trestel), tanggul atau dapat juga keduanya.
• Sarana tambat yang akan direncanakan terdiri dari struktur breasting dan mooring yang dihubungkan dengan catwalk.
• Posisi breasting berfungsi utama sebagai sarana sandar kapal, tapi juga dapat berfungsi sebagai sarana tambat kapal jika dipasang bollard, sedangkan mooring dolphin berfungsi menahan kapal sehingga tetap berada pada posisi sandar.
• Pasang surut tidak mempengaruhi pada pemilihan tipe struktur tetapi berpengaruh pada detail dimensi struktur yang dibutuhkan.

3. Dermaga apung/system Jetty (Pier)
         Dermaga apung adalah tempat untuk menambatkan kapal pada suatu ponton yang mengapung diatas air. Digunakannya ponton adalah untuk mengantisipasi air pasang surut laut, sehingga posisi kapal dengan dermaga selalu sama, kemudian antara ponton dengan dermaga dihubungkan dengan suatu landasan/jembatan yang flexibel ke darat yang bisa mengakomodasi pasang surut laut. Biasanya dermaga apung digunakan untuk kapal kecil, yach atau feri seperti yang digunakan di dermaga penyeberangan yang banayak ditemukan di sungai-sungai yang mengalami pasang surut. Ada beberapa jenis bahan yang digunakan untuk membuat dermaga apung seperti :
• Dermaga ponton baja yang mempunyai keunggulan mudah untuk dibuat tetapi perlu perawatan, khususnya yang digunakan dimuara sungai yang airnya bersifat lebih korosif.
• Dermaga ponton beton yang mempunyai keunggulan mudah untuk dirawat sepanjang tidak bocor.
• Dermaga ponton dari kayu gelondongan, yang menggunakan kayu gelondongan yang berat jenisnya lebih rendah dari air sehingga bisa mengapungkan dermaga.
Jenis-jenis Dermaga
Jenis Dermaga

Desain Dermaga
Dasar pertimbangan dalam perencanaan dermaga adalah sebagai berikut (Wikipedia, 2012) :
• Posisi dermaga ditentukan oleh ketersediaan lahan dan kestabilan tanah disekitar sungai.
• Panjang dermaga dihitung berdasarkan kebutuhan kapal yang akan berlabuh, dasar pertimbangan desain panjang dermaga yang bisanya dijadikan acuan adalah 1.07 sampai 1,16 panjang kapal (LOA)
• Lebar dermaga disesuaikan dengan kemudahan aktivitas bongkar muat kapal dan pergerakan kendaraan pengangkut di darat.
• Letak dermaga dekat dengan fasilitas penunjang yang ada di daratan.
• Elevasi dermaga ditentukan dengan memperhatikan kondisi elevasi muka air sungai/pasang surut.

Jenis-jenis Quaywall A. Desain Dermaga Quay Wall
Jenis-jenis Quaywall
Struktur wall sangat tergantung kepada beberapa hal sebagai berikut:
• Kondisi tanah, merupakan faktor utama dalam penentuan jenis quay wall yang akan dipilih
•   Tekanan tanah
• Muatan pada dermaga, beban merata, beban titik, gaya-gaya mooring (yang diterima melalui bollard ataupun fender
• Kedalaman didepan dermaga
• Pengaruh pasang surut dan garis air
• Faktor-faktor sekunder lainnya seperti angin, arus, gelombang, dan beberapa faktor minor lainnya.





B. Desain Dermaga Apung
        Platform terapung seperti halnya pontoon harus didisain hingga taraf kestabilan dan keamanan yang diinginkan. Pontoon tersebut haruslah memiliki area permukaan dan tinggi freeboard yang mencukupi sehingga dapat berfungsi dengan baik. Dimensi pontoon yang didisain akan tergantung dari tipe pembebanan yang digunakan. Beban-beban yang harus dipertimbangkan yang dapat bekerja pada sebuah pontoon.
1. Beban statik dan beban hidup.
2. Reaksi dari jalan akses (jembatan atau gangway).
3. Tekanan hidrostatis.
4. Beban mati.
5. Gaya angkat.

By : DMS
Sumber Pustaka :
Anonymous, 2012. Pelayaran Sungai dan Danau/Pelabuhan Pedalaman. http://id.wikibooks.org/wiki/Pelayaran_Sungai_dan_Danau/Pelabuhan_Pedalaman#Dermaga. Diakses tanggal 23 Agustus 2012.
HSB, Sahdan A. 2009. Analisa Kelayakan Ukuran Panjang Dermaga, Gudang Bongkar Muat Barang dan Sandar Kapal Study Kasus (Dermaga Ujung Baru-Pelabuhan Belawan) http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/11798/1/09E00659.pdf. TUGAS AKHIR. Fak. Teknik.USU. Diakses tanggal 23 Agustus 2012.
Suraji, A. 2011. Pras. Transportasi: Pelabuhan. http://widyagama.ac.id/ajisuraji/wp- content/uploads/2011/12/Prasarana-Pransportasi Pelabuhan.pdf. page 11. Diakses tanggal 23 Agustus 2012.
Triatmodjo, Bambang. 1996. Pelabuhan. Yogyakarta. Beta Offset.

Gambar :

Popular Posts